Negeri Para Bedebah
Puisi karya Adhie M Massardi
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor
menjatuhkan bebatuan menyala-nyalaTahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau menjadi kuli di negeri orang
Yang upahnya serapah dan bogem mentahDi negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedangkan rakyatnya hanya bisa pasrahMaka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnyaMaka bila melihat negeri dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi, dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan!
Tidak, saya tidak ikut-ikutan mengopi puisi di atas hanya untuk mendukung “cicak” melawan “buaya”. Bedebah buat saya tak hanya hidup di lingkaran setan hukum-peradilan-kepentingan negeri ini. Setiap sudut kehidupan ini masih memungkinkan para bedebah bermunculan. Dan setelah membaca tulisan ini, saya makin yakin kalau bedebah itu ada. Mereka bisa jadi berwujud perusahaan yang tak henti bermasalah, pemerintah yang tak lebih dari kumpulan politisi oportunis, investor asing busuk yang doyan ingkar janji, atau ibu kota yang angkuh.
Dan ternyata, antar para bedebah pun bisa saling menyalahkan, bisa saling menuding, tanpa mampu memberi solusi. Ujung-ujungnya yang tertimpa masalah adalah kaum yang dulu mereka agung-agungkan saat berkampanye, kaum yang kepada mereka diberikan janji-janji manis semanis surga.
Kaum itu bernama rakyat.
*********************************************
Ditulis setelah padam listrik dari siang sampai malam, draft setengah gagal, diposting pagi-pagi sebelum kena pemadaman berikutnya…
loading...
Related posts:


“Ditulis setelah padam listrik dari siang sampai malam, draft setengah gagal, diposting pagi-pagi sebelum kena pemadaman berikutnya…..”
Penuh perjuangan dalam mempostingnya…!
loading...
puisi yang “keras”… saya suka
loading...
berarti saya adalah kaum di negeri yang bedebah donk
loading...
memang PLN keterlaluan
loading...
*nyinyir*
kalo di negara yang lebih beretika, para pejabat pln itu pasti sudah dipecat….
oleh seseorang yang pernah gagal tes PLNloading...
dengan apah kita harus merubah ?
loading...
susah memang susah…
hidup di negeri antah brantah…
penguasa bertingkah polah…
rakyat jadi kalah…
di era reformasi
perubahan dihiasi oleh amunisi
semakin menjadi yang namanya kolusi
semakin banyak yang melakukan korupsi
satu kata untuk perubahan..REVOLUSI….
Ha…ha….ha…ha….ha..
loading...
yahh beginilah nasib rakyat kecil, untung tak kebagian, kalau rugi slalu kebagian
loading...
Hedoop PLTN! Nuclear for Electricity! Dan jangan lupa audit ulang PLN!
loading...
Saja joega mendoekoeng PLTN!
*handshake with masbro jensen99*
loading...
ahayyy…
mau bagemana lagi, saya terpaksa bilang setuju, habisnya mereka-mereka itu juga yang memaksa
loading...
pertanyaannya, sampai kapan rakyat akan bertahan..?
loading...
melihat kejadian yang serupa terus-menerus
apakah rakyat akan tahan…?
loading...
selama kebebasan berpendapat itu ada… Seperti nya puisi keras gitu jg gpp
loading...
itulah nasib yang bernama rakyat…kena getahnya tarus…
loading...
nice post..
loading...
@ Aap
Berjuang sangat…
@ Awiem
Keras?
@ Soulharmony
Jangan-jangan ente bedebahnya…
@ Nia
Terrr…lalu!
@ Itikkecil
Sounds like sour grapes to me
@ Sindikasi Portal Berita Indonesia
Kebijakan?
@ Yulian
Bakarrrr
@ Rizal
Salahnya mau jadi rakyat… mending jadi wakilnya.
@ Jensen99 & Disc-Co
Tapi saya takut, ntar kalo pas pembangunan PLTN semen-nya dikorupsi gimana dong?
@ Sitampan
Iya, Joe.. Mereka itu.. Dasar deh, benci aku…
@ Berita Unik & Financial Adviser
Sampai maut memisahkan…
@ NoRLaNd
Gapapa dan gak ada pengaruhnya ya?
@ Baburinix!
Sapa suruh jadi rakyat!
@ Andrie Callista
…
loading...