Blog Edukasi
Sebagai seorang guru, saya ini kadang malu sendiri, karena tidak punya sesuatu yang cukup untuk dibanggakan terkait bidang yang saya tekuni. Metode mengajar masih ancur-ancuran, penguasaan materi masih kurang, belum lagi yang namanya perangkat formalitas semacam RPP atau Analisis Penilaian, jauh dari lengkap.
Memang, salah saya juga sebenarnya. Meskipun katanya jebolan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, bergelar Sarjana Pendidikan, dan lulus dengan sangat memulaskan memuaskan, sepanjang kuliah hingga lulus dan bekerja, saya tidak berniat serius untuk menjadi guru. Seperti pernah saya tulis dulu, jadi guru itu last resort buat saya. Tiga tahun saya kerja di bidang yang tak terlalu dekat dengan dunia pendidikan secara langsung.
Kenyataannya, sekarang saya menyandang status PNS, guru pula. Setahun pertama saya masih berusaha beradaptasi dengan lingkungan baru. Nah, di tahun kedua ini, saya jadi punya niatan untuk membuat sesuatu yang berkaitan dengan profesi sekaligus minat dan hobi saya. Dan niat saya itu adalah membuat sebuah blog edukasi…
Klise? Bisa jadi.
Awal idenya adalah celetukan salah seorang guru di pertemuan MGMP Bahasa Inggris beberapa minggu yang lalu di kota saya. Kebetulan sedang ada obrolan soal fenomena fesbuk. Lalu terlontarlah pernyataan beliau:
Kalo fesbuk itu kan cenderung cuman buat rame-rame aja. Kalo di blog kan lebih serius, lebih mentingin sisi edukasinya. Untuk ke anak juga lebih baik…
Saya yang kebetulan lagi online lewat koneksi hotspot gratisan sontak melirik blog saya sendiri. Waduh, kalo punya saya sih tak mungkin dikategorikan sebagai blog yang lebih mentingin sisi edukasi ituh! Di blog saya cenderung lebih suka menyuarakan isi hati ketimbang berbagi ilmu…
Itu satu hal. Hal lainnya adalah masalah saya dalam menjabarkan materi pembelajaran. Saat ini, SMP di Indonesia menerapkan Kurikulum bernama KTSP, dengan Silabus, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ada panduannya dari pusat, namun dengan otoritas penuh dari guru dalam mengembangkannya.
Dan ternyata materi belajar tersebut, alamak, banyak juga kalau dikembangkan. Dan saya punya target pribadi, tahun depan harus menggunakan RPP buatan sendiri, hasil kembangan materi sendiri, dan bukan boleh dapat nyedot di Internet seperti yang tahun ini saya pakai.
Nah, sembari mengembangkan materi, kenapa tidak sekalian saja berbagi ke orang lain? Untuk itulah saya punya niat untuk memposting bahan-bahan belajar tersebut ke blog. Sebuah blog berplatform Blogger sudah saya siapkan untuk menampungnya. Di blog itu rencananya akan saya bahas berbagai hal mengenai Bahasa Inggris, seperti uraian tenses, genre, grammar, dan yang sebangsanya, sekalian berbagi sambil belajar sama-sama. Juga rencananya akan ada review mengenai website yang berfokus pada pengajaran Bahasa Inggris. Sementara sih, ide yang terlintas di kepala saya itu saja. Saya tidak menutup kemungkinan akan adanya pengembangan ide lagi.
Dan itu dia! Saya rasa ada baiknya ini saya tanyakan juga ke rekan-rekan sesama blogger. Siapa tahu ada masukan, apa baiknya yang bisa saya bagikan di blog saya tersebut. Kalau ada, jangan segan dibagikan di kolom komentar di bawah ini yaa… Thanks in advance.
loading...
No related posts.


jika pertanyaannya adalah apa baiknya yang dibagikan di blog tersebut, maka saya tak bisa jawab, karena obyek terkait bukanlah ranah yang saya mengerti.
pada dasarnya, niatan tersebut adalah niatan yang mantap, perlu didukung, minimal dengan doa dari saia. mungkin sambil jalan saja, selaras dengan ide dan niat awal, perlahan namun pasti media tersebut akan menemukan bentuknya.
loading...
Kebetulan saya lagi merancang blog edukasi. bingung mau pakai cms mana. buat forum bagusnya pa ya bang???
loading...
Berbagi sambil mengiklan? Kenapa tidak di pasang di sini saja? Apakah karena takut menodai tempat berbayar yang satu ini? Atau apa??
Bukan apa dan bagaimana cara menyajikannya kelak Ndul,tetapi siapa sosok yang menyajikannya itulah yang patut menjadi pertimbangan…. Hakakakakakak…..
Just kidding,tapi nampaknya saya benar benar tidak akan suka apa yang kelak kau akan sajikan ketika mengikuti mainstream,atau pola kembangan pemerintah terkutuk yang berbungkus dengan nama KTSP dan lain sebagainya.
Saya suka niat baik ente,tapi tidak akan suka isi blog edukasi ente,apalagi kalau isinya mainstream,karena selama ini blogging untuk mencari yang aneh,bukan yang common. Seperti ketika penelitian di kampus,yang dicari adalah hasil minus, bukan plus.
loading...
setuju deh bang .. blog itu bisa lebih serius isinya ..
menunggu posting yg serius ..
loading...
Wah saya setuju aja.. dan dukung dengan doa..wkkkw…
loading...
setuju. btw: pasword udah aq titipkn d sodara carbone.
loading...
Cara baru mengajar di zaman web 2.0.. sepertinya ini salah satu cara yang menarik
loading...
salam super,,,
wah, mantap artikelnya,,
saya jadi terinspirasi untuk semkin menjadi ” unik “
loading...
@ Pakacil
Ah, bukannya pakacil juga pernah berkecimpung di ranah terkait sewaktu masih di kota Apel? Hohoho…
Dan tidak, kalau untuk anda, dukungan doa saja tidak cukup. Saya akan menuntut dukungan yang lebih besar lagi, tunggu saja!
@ Syafwan
Aduh, kalo CMS itu komentator di atasmu urusannya…
@ Fortynine
Prejudice emang selalu lebih nikmat, ho ho ho…
Lalu setelah ketemu yang aneh-aneh, yang minus-minus, trus mau diapakan?
@ Nia
*Pasang tampang serius*
@ Aap
Sudah saya katakan, doa saja tidak aka cukup, ho ho ho…
@ Hariesaja
Sip OM…
@ Wawan
Idih, bawa-bawa Web 2.0 juga, kayak komen saya ini…
@ Andry Sianipar
Salam super dan salam kenal
loading...
berguna
ndulMed, saya terutama akan belajar dari sana, mengingat bahasa inggris saya yang masih acakadut ini….loading...
1. kenapa harus blogger? biar bisa dikomersilkan?
2. kenapa harus bikin KTSP?
3. kapan saya bisa pinjam itu formalitas?
loading...
bener tuh omm …
semoga blog edukasinya ntar bsa berkembang ..
*sementara msh memikirkan ide untuk bsa disumbangkan ke blog edukasinya*
loading...
setelah ketemu ya dinikmati,masa di tendang lagi? Seperti pemain bola,sudah nemu bola malah di tendang. Orang Indonesia kan pandai pandai, ga seperti negara negara eropa yang selalu mengirimkan wakil wakilnya untuk adu bodoh di ajang bernama piala dunia.
loading...
@ Itikkecil
Acakadut itu padanan katanya apa ya?
@ Manusiasuper
1. kenapa tidak?
2. kenapa nanya?
3. kenapa pinjem?
@ Rizal
Oke, kalo ada ide mohon kerjasamanya yaaa…
@ Fortynine
Dinikmati berapa lama? Trus kalo nikmatnya sudah habis lalu diapakan?
loading...